📅 27 Jul 2026
👤 Tim Ruci Dental Care
Edukasi Gigi
A. Kebiasaan mengunyah dengan satu sisi
Kebiasaan mengunyah makanan hanya di satu sisi mulut sering dianggap sepele, padahal dapat menimbulkan berbagai masalah pada kesehatan gigi dan rahang. Saat hanya satu sisi yang terus digunakan untuk mengunyah, otot rahang akan bekerja tidak seimbang sehingga dapat menyebabkan rahang terasa pegal, bunyi “klik” saat membuka mulut, hingga nyeri pada sendi rahang.
Selain itu, gigi pada sisi yang jarang digunakan cenderung lebih mudah mengalami penumpukan plak dan karang gigi karena tidak mendapatkan gesekan alami saat proses mengunyah. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini juga dapat memengaruhi posisi gigi, menyebabkan keausan gigi yang tidak merata, bahkan membuat bentuk wajah tampak kurang simetris.
Mengunyah satu sisi biasanya terjadi karena adanya rasa sakit pada gigi tertentu, gigi berlubang, sisa akar gigi, atau kebiasaan yang dilakukan terus-menerus tanpa disadari. Oleh karena itu, penting untuk memeriksakan kondisi gigi ke dokter gigi apabila merasa tidak nyaman saat mengunyah. Membiasakan mengunyah dengan kedua sisi secara seimbang dapat membantu menjaga kesehatan gigi, otot, dan sendi rahang agar tetap berfungsi dengan baik.
B. Bernafas lewat mulut
Bernapas melalui mulut merupakan kebiasaan yang sering tidak disadari, terutama saat tidur atau ketika hidung tersumbat. Padahal, kebiasaan ini dapat berdampak buruk bagi kesehatan mulut dan tubuh apabila berlangsung terus-menerus. Secara normal, tubuh dianjurkan bernapas melalui hidung karena hidung berfungsi menyaring, menghangatkan, dan melembapkan udara sebelum masuk ke paru-paru.
Kebiasaan bernapas lewat mulut dapat menyebabkan mulut menjadi kering karena produksi air liur berkurang. Kondisi mulut kering membuat bakteri lebih mudah berkembang sehingga meningkatkan risiko bau mulut, gigi berlubang, radang gusi, hingga sariawan. Pada anak-anak, kebiasaan ini juga dapat memengaruhi pertumbuhan rahang dan susunan gigi sehingga wajah tampak lebih panjang dan gigi menjadi tidak rapi. Selain itu, bernapas lewat mulut dapat menyebabkan kualitas tidur menurun, mudah mendengkur, serta membuat tubuh terasa cepat lelah karena asupan oksigen kurang optimal. Penyebabnya bisa bermacam-macam, seperti alergi, pembesaran amandel, sinusitis, atau kebiasaan yang berlangsung lama.
Jika kebiasaan ini sering terjadi, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani dengan tepat. Bernapas melalui hidung merupakan cara terbaik untuk menjaga kesehatan saluran napas dan kesehatan mulut secara keseluruhan.
C. Kebiasaan Mengisap Jempol
Menghisap jempol adalah hal wajar pada bayi dan balita. Itu cara mereka menenangkan diri. Tapi kalau kebiasaan ini terus sampai usia 5 tahun ke atas, bisa berdampak ke kesehatan gigi dan mulut. Apa saja bahayanya?
1. Gigi jadi maju / tonggos
Tekanan jempol ke gigi depan terus-menerus bikin gigi atas terdorong ke depan. Hasilnya senyum jadi kurang pede.
2. Open bite - gigi atas & bawah tidak ketemu
Karena ada jempol di tengah, lama-lama terbentuk celah. Anak jadi susah menggigit makanan seperti apel atau roti.
3. Langit-langit mulut menyempit
Hisapan yang kuat bisa mengubah bentuk langit-langit. Akibatnya anak cenderung bernapas lewat mulut.Risiko gigi berlubang & infeksiJempol sering pegang benda kotor. Kalau masuk mulut, bakteri ikut masuk juga.
KAPAN HARUS DIHENTIKAN? Idealnya kebiasaan ini berhenti sebelum usia 4 tahun. Paling lambat sebelum gigi permanen tumbuh di usia 6-7 tahun. Kalau lewat dari itu, efeknya bisa permanen dan butuh perawatan ortodonti. Pemeriksaan tersebut bisa dilakukan di Dokter Gigi Spesialis Ortodonti Ruci Dental Care Lumajang.
Hentikan dari sekarang, demi senyum sehat anak di masa depan 😊
Kebiasaan mengunyah makanan hanya di satu sisi mulut sering dianggap sepele, padahal dapat menimbulkan berbagai masalah pada kesehatan gigi dan rahang. Saat hanya satu sisi yang terus digunakan untuk mengunyah, otot rahang akan bekerja tidak seimbang sehingga dapat menyebabkan rahang terasa pegal, bunyi “klik” saat membuka mulut, hingga nyeri pada sendi rahang.
Selain itu, gigi pada sisi yang jarang digunakan cenderung lebih mudah mengalami penumpukan plak dan karang gigi karena tidak mendapatkan gesekan alami saat proses mengunyah. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini juga dapat memengaruhi posisi gigi, menyebabkan keausan gigi yang tidak merata, bahkan membuat bentuk wajah tampak kurang simetris.
Mengunyah satu sisi biasanya terjadi karena adanya rasa sakit pada gigi tertentu, gigi berlubang, sisa akar gigi, atau kebiasaan yang dilakukan terus-menerus tanpa disadari. Oleh karena itu, penting untuk memeriksakan kondisi gigi ke dokter gigi apabila merasa tidak nyaman saat mengunyah. Membiasakan mengunyah dengan kedua sisi secara seimbang dapat membantu menjaga kesehatan gigi, otot, dan sendi rahang agar tetap berfungsi dengan baik.
B. Bernafas lewat mulut
Bernapas melalui mulut merupakan kebiasaan yang sering tidak disadari, terutama saat tidur atau ketika hidung tersumbat. Padahal, kebiasaan ini dapat berdampak buruk bagi kesehatan mulut dan tubuh apabila berlangsung terus-menerus. Secara normal, tubuh dianjurkan bernapas melalui hidung karena hidung berfungsi menyaring, menghangatkan, dan melembapkan udara sebelum masuk ke paru-paru.
Kebiasaan bernapas lewat mulut dapat menyebabkan mulut menjadi kering karena produksi air liur berkurang. Kondisi mulut kering membuat bakteri lebih mudah berkembang sehingga meningkatkan risiko bau mulut, gigi berlubang, radang gusi, hingga sariawan. Pada anak-anak, kebiasaan ini juga dapat memengaruhi pertumbuhan rahang dan susunan gigi sehingga wajah tampak lebih panjang dan gigi menjadi tidak rapi. Selain itu, bernapas lewat mulut dapat menyebabkan kualitas tidur menurun, mudah mendengkur, serta membuat tubuh terasa cepat lelah karena asupan oksigen kurang optimal. Penyebabnya bisa bermacam-macam, seperti alergi, pembesaran amandel, sinusitis, atau kebiasaan yang berlangsung lama.
Jika kebiasaan ini sering terjadi, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani dengan tepat. Bernapas melalui hidung merupakan cara terbaik untuk menjaga kesehatan saluran napas dan kesehatan mulut secara keseluruhan.
C. Kebiasaan Mengisap Jempol
Menghisap jempol adalah hal wajar pada bayi dan balita. Itu cara mereka menenangkan diri. Tapi kalau kebiasaan ini terus sampai usia 5 tahun ke atas, bisa berdampak ke kesehatan gigi dan mulut. Apa saja bahayanya?
1. Gigi jadi maju / tonggos
Tekanan jempol ke gigi depan terus-menerus bikin gigi atas terdorong ke depan. Hasilnya senyum jadi kurang pede.
2. Open bite - gigi atas & bawah tidak ketemu
Karena ada jempol di tengah, lama-lama terbentuk celah. Anak jadi susah menggigit makanan seperti apel atau roti.
3. Langit-langit mulut menyempit
Hisapan yang kuat bisa mengubah bentuk langit-langit. Akibatnya anak cenderung bernapas lewat mulut.Risiko gigi berlubang & infeksiJempol sering pegang benda kotor. Kalau masuk mulut, bakteri ikut masuk juga.
KAPAN HARUS DIHENTIKAN? Idealnya kebiasaan ini berhenti sebelum usia 4 tahun. Paling lambat sebelum gigi permanen tumbuh di usia 6-7 tahun. Kalau lewat dari itu, efeknya bisa permanen dan butuh perawatan ortodonti. Pemeriksaan tersebut bisa dilakukan di Dokter Gigi Spesialis Ortodonti Ruci Dental Care Lumajang.
Hentikan dari sekarang, demi senyum sehat anak di masa depan 😊
Bagikan artikel ini:
💬 WhatsApp